BerandaNewsTanggulangi MERS, Korsel Keluarkan Lima Strategi

Tanggulangi MERS, Korsel Keluarkan Lima Strategi

Published on

spot_img
Sektor pariwisata Korea Selatan diproyeksikan mengalami penurunan hingga 20 persen selama periode Juni-Agustus 2015 akibat penyebaran wabah MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang terdeteksi akhir bulan lalu. Kim Chulmin, Deputi Direktur Internasional Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Korea Selatan, memperkirakan, selama tiga bulan ke depan sekitar 820.000 wisatawan mancanegara (wisman) membatalkan kunjungannya ke Korea Selatan dengan potensi kerugian mencapai US$900 juta (Rp11,7 triliun).
 
Korea Tourism Organization (KTO) mencatat, selama Juni 2015 terdapat 20.600 wisman yang mengurungkan kunjungannya ke Korea Selatan. Di lain pihak, Pacific Asia Travel Association (PATA) juga mencatat pemesanan tiket pesawat dari Hong Kong ke Korea Selatan terjun bebas ke angka 102 persen hingga pertengahan Juni 2015. Hong Kong merupakan salah satu kawasan yang dengan tegas mengeluarkan larangan kunjungan bagi warganya ke Korea Selatan.
 
Mengutip Reuters, hingga Rabu (17/6), Pemerintah Korea Selatan melaporkan tambahan tiga orang meninggal dunia akibat MERS. Ini membuat total korban jiwa mencapai 20 orang. Lembaga Kesehatan Seoul juga menemukan delapan kasus baru sehingga total korban terinfeksi mencapai 162 kasus. Dari angka itu, baru 19 orang yang dinyatakan pulih dan meninggalkan rumah sakit.

BACA JUGA:  Printer Epson Panen Penghargaan di Good Design Awards 2024

Guna menekan penyebaran MERS, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengambil lima langkah strategis. Pertama, menginstruksikan untuk menutup sejumlah rumah sakit yang dinilai menjadi titik penyebaran MERS. Kedua, memasukkan 6.500 orang ke pusat karantina. Ketiga, meningkatkan pemantauan kesehatan di bandara, stasiun kereta api, dan terminal. Keempat, menyediakan pembersih tangan di sejumlah titik wisata bagi turis dan saluran siaga (hotline) dalam empat bahasa bagi wisatawan. Kelima, memberikan asuransi kesehatan gratis kepada wisatawan. Asuransi itu, menurut Kim, mencakup semua tanggungan biaya medis ketika wisatawan dinyatakan terinfeksi MERS.

BACA JUGA:  Thailand Alokasikan Rp21 Miliar Bantuan Medis untuk Wisatawan Asing

“Ini kami lakukan untuk memberikan jaminan kepada wisatawan agar mereka tidak cemas saat berwisata,” kata Kim. 

Penulis: Siska Maria Eviline

Menpar: WITF 2026 Jadi Jembatan Produk Pariwisata Indonesia ke Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya menghubungkan produk...

WITF 2026 Hadirkan Ratusan Buyer, Perkuat Pariwisata Indonesia di Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi mobilitas dan industri pariwisata...

IFMAC WOODMAC 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ratusan Peserta Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu dari 15 Negara

Jakarta, Venuemagz.com - PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) bersama PT Nine Koeln Indonesia resmi...

AllPrint Indonesia Expo 2026: Ketika Industri Grafika Berkumpul, Teknologi Cetak Terus Bergerak

Jakarta, Venuemagz.com - Industri grafika mungkin jarang terlihat di panggung utama ekonomi kreatif. Namun,...

Menpar: WITF 2026 Jadi Jembatan Produk Pariwisata Indonesia ke Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya menghubungkan produk...

WITF 2026 Hadirkan Ratusan Buyer, Perkuat Pariwisata Indonesia di Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi mobilitas dan industri pariwisata...

IFMAC WOODMAC 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ratusan Peserta Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu dari 15 Negara

Jakarta, Venuemagz.com - PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) bersama PT Nine Koeln Indonesia resmi...